Friday, March 20, 2009

Larangan Menangisi Jenazah Secara Berlebihan

Diriwayatkan dari Aisyah ra. : dari celah sebuah pintu aku melihat Nabi Muhammad Saw duduk dan tampak sedih ketika memperoleh kabar perihal kematian Ibn Haritsah, Ja’far, dan Ibn Rawahah. Seorang lelaki menemui Nabi Muhammad Saw dan bercerita tentang kaum perempuan dari keluarga Ja’far yang menangisi Ja’far. Nabi Muhammad Saw menyuruhnya untuk melarang mereka. Kemudian ia kembali menemui Nabi Muhammad Saw dan mengabarkan bahwa mereka tidak mau mendengarkannya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “larang mereka”. Kemudian datang lagi untuk ketiga kalinya dan berkata, “ya Rasulullah! Demi Allah, mereka tidak mendengarkan kita semua.”
(Aisyah) menambahkan bahwa Rasulullah Saw menyuruhnya untuk kembali dan memasukkan debu ke dalam mulut mereka.


Perkataan Jenazah Ketika Diusung
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. : Rasulullah Saw pernah bersabda, “ketika jenazah telah siap dan para pria mengusungnya di atas bahunya, jenazah orang saleh akan berkata, ‘cepatlah’. Tetapi jenazah orang yang tidak saleh akan berkata, ‘duhai ! kemana kalian akan membawaku?’. Suaranya terdengar oleh semua alam, kecuali manusia. Dan apabila manusia (dapat mendengarnya) ia akan jatuh pingsan”.

Thursday, March 19, 2009

Memberikan Harta Waris Yang Cukup Untuk Ahli Waris

Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. : pada tahun Haji penghabisan (wada’) Nabi Muhammad Saw, aku mengalami sakit parah dan Nabi Muhammad Saw mengunjungiku seraya mendoakan kesehatanku. Aku berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “aku lemah karena sakitku yang parah ini padahal aku kaya dan aku tidak punya ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Haruskah aku menyedekahkan 2/3 kekayaanku?”
Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Aku berkata, “setengah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, “1/3. bahkan 1/3 telah cukup banyak. Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mengemis kepada orang lain. Kau akan memperoleh pahala dari sedekah yang dikeluarkan dengan niat karena Allah, bahkan untuk yang kau suapkan dalam mulut istrimu”.
Aku berkata, “ya Rasulullah, apakah aku akan sendirian ketika para sahabatku telah pergi?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jika kamu ditinggalkan, apapun yang kau kerjakan akan mengangkatmu ke tempat yang tinggi. Dan mungkin saja kau akan berumur panjang hingga (datang suatu saat ketika) sebagian orang mengambil keuntungan darimu dan sebagian yang lain mengambil kemudaratan darimu. Ya Allah, lengkapkan hijrah para sahabatku dan jangan biarkan mereka berpaling”.
Dan Rasulullah Saw merasa sedih dengan meninggalnya Sa’d bin Khaulah yang miskin di Makkah. (sedangkan sepeninggal Nabi Muhammad Saw, Sa’d bin Abi Waqqash hidup dengan umur yang panjang).

Wednesday, March 18, 2009

Perihal Menangisi Orang Yang Meninggal

Diriwayatkan dari Umar ra. : Rasulullah Saw bersabda, “orang yang telah meninggal diazab karena tangisan kerabatnya”. Hal ini sampai kepada Aisyah setelah Umar meninggal, Aisyah berkata, “semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Umar. Demi Allah, Rasulullah Saw tidak mengatakan bahwa orang yang beriman diazab karena tangisan (disertai ratapan) kaum kerabatnya”. Tetapi Nabi Muhammad Saw bersabda, “Allah akan menambahkan azab kepada orang yang tidak beriman (kafir) karena tangisan (disertai ratapan) kerabatnya.” Lebih jauh Aisyah menambahkan, “Al-Quran telah cukup untukmu (menjelaskan masalah ini) sebagaimana firman Allah: dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (QS Al Fathir [35] : 18) dan (QS Al An’am [6] : 164).


Diriwayatkan dari Aisyah ra. : suatu ketika Rasulullah Saw lewat (di depan kuburan) seorang perempuan yahudi yang sedang ditangisi kerabatnya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “mereka menangis (dengan suara keras) di atasnya, sedangkan ia diazab di dalam kuburnya”.