Diriwayatkan dari Ummu Habibah ra., istri Nabi Muhammad Saw : aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, “seorang perempuan yang percaya kepada Allah dan hari kemudian tidak diperbolehkan berkabung lebih dari tiga hari atas meninggalnya seseorang, kecuali terhadap suaminya. Apabila suaminya meninggal, ia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari”.
Orang Yang Menguburkan Sebaiknya Yang Tidak Berhubungan Badan Malam Sebelumnya
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : kami sedang berada (pada acara pemakaman) salah seorang putri Nabi Muhammad Saw. Beliau duduk di samping makam putrinya. Aku melihat matanya berkaca-kaca. Nabi Muhammad Saw bersabda, “adakah salah seorang dari kalian yang tadi malam tidak berhubungan badan dengan istrinya?” Abu Thalhah menunjuk dirinya. Dan Nabi Muhammad Saw menyuruh ia (Abu Thalhah) masuk ke dalam lubang kubur (membantu menguburkan jenazah putrinya). Maka ia pun masuk ke dalamnya.
Apabila Kain Tidak Cukup Menutupi Jenazah
Diriwayatkan dari Khabbab ra. : kami hijrah bersama Nabi Muhammad Saw dengan niat karena Allah, dan mengharapkan pahala Allah. Sebagian orang dari kami meninggal dan mereka tidak mengambil pahala apapun dari pahala mereka di dunia, diantara mereka Mushab bin Umair, dan sebagian dari kami sempat mendapatkan pahalanya di dunia ini. Mushab bin Umair mati syahid dalam perang Uhud dan kami tidak menemukan apa pun untuk mengkafaninya kecuali burdah nya. Dan ketika kami menutupi kepalanya, kakinya terlihat, begitu pula sebaliknya. Maka Nabi Muhammad Saw memerintahkan kami menutupi kepalanya dan meletakkan idzkhir (sejenis semak belukar) untuk menutupi kakinya.
Wednesday, March 18, 2009
Tuesday, March 17, 2009
Tidak Menshalatkan Orang Munafik yang Meninggal
Diriwayatkan dari Ibn Umar ra. : ketika Abdullah bin Ubai (pemimpin orang-orang munafik) meninggal, anak lelakinya menemui Nabi Muhammad Saw dan berkata, “ ya Rasulullah ! berikan pakaian anda untuk mengkafaninya, shalatlah untuknya, dan mohon ampunan Allah untuknya”. Maka Rasulullah Saw memberikan pakaiannya kepada dia dan berkata,”beritahu aku (apabila pemakaman telah siap) sehingga aku mungkin menshalatkan jenazah nya”. Maka ia pun memberitahu Nabi Muhammad Saw dan ketika Nabi Muhammad Saw bersiap hendak menshalatkan (jenazahnya), ‘Umar memegang tangan Nabi Muhammad Saw dan berkata, “bukankah Allah telah melarang anda menshalatkan orang-orang munafik?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “ aku telah diberikan pilihan karena Allah berfirman: Apakah kau memohon ampun bagi mereka atau tiada memohon ampun bagi mereka, dan sekalipun kau memohon tujuh puluh kali untuk ampunan mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka. (QS. At-Taubah [9]: 80)”.
Maka Nabi Muhammad Saw mengerjakan shalat jenazah dan pada waktu itu turunlah wahyu Allah : dan janganlah kau sekali-kali menshalatkan seorang pun di antara mereka (orang-orang munafik) yang mati (QS. At-Taubah [9]: 84).
Memandikan dan Membasuh Dengan Bilangan Ganjil
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah ra. : ketika putrinya meninggal, Rasulullah Saw menemui kami dan berkata, “basuhlah ia tiga atau lima kali atau lebih dengan air dan sidr (daun dari pohon bidara) jika menurut anda diperlukan kamper atau sesuatu simpanlah di atasnya setelah selesai; dan apabila anda telah selesai beritahu aku”. Maka ketika telah selesai (memandikan jenazah putri Nabi Muhammad Saw) kami memberitahu Nabi Muhammad Saw. Dan Nabi Muhammad Saw menyerahkan gamis beliau dan mengatakan kepada kami untuk menyelubungi (jenazah putrinya) dengan gamis itu.
Maka Nabi Muhammad Saw mengerjakan shalat jenazah dan pada waktu itu turunlah wahyu Allah : dan janganlah kau sekali-kali menshalatkan seorang pun di antara mereka (orang-orang munafik) yang mati (QS. At-Taubah [9]: 84).
Memandikan dan Membasuh Dengan Bilangan Ganjil
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah ra. : ketika putrinya meninggal, Rasulullah Saw menemui kami dan berkata, “basuhlah ia tiga atau lima kali atau lebih dengan air dan sidr (daun dari pohon bidara) jika menurut anda diperlukan kamper atau sesuatu simpanlah di atasnya setelah selesai; dan apabila anda telah selesai beritahu aku”. Maka ketika telah selesai (memandikan jenazah putri Nabi Muhammad Saw) kami memberitahu Nabi Muhammad Saw. Dan Nabi Muhammad Saw menyerahkan gamis beliau dan mengatakan kepada kami untuk menyelubungi (jenazah putrinya) dengan gamis itu.
Monday, March 16, 2009
Tidak Mempertunjukkan Kesalehan Seseorang
(Diriwayatkan dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit ) : Ummu al Ala’ ra., seorang perempuan Anshar yang memberikan baiatnya kepada Nabi Muhammad Saw berkata kepadaku, “orang-orang yang berhijrah masing-masing diserahkan kepada kami dengan cara diundi dan kami mendapat bagian utsman bin mazh’un. Kami menempatkannya di rumah kami. Di kemudian hari ia menderita penyakit parah. Ketika ia meninggal dunia dan telah dimandikan serta dikafani, Rasulullah Saw datang dan aku berkata, “semoga kasih sayang Allah terlimpah kepadamu, wahai abu al Sa’Ib ! aku bersaksi bahwa Allah telah memuliakanmu”, Nabi Muhammad Saw bersabda, “bagaimana anda tahu Allah telah memuliakannya ?” aku menjawab,”ya Rasulullah ! biarlah ayahku berkurban untukmu. Kapada siapa lagi Allah melimpahkan kemuliaan-Nya?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” sesungguhnya kematian telah menjemputnya. Demi Allah, akupun berharap kebaikan untuknya, tetapi demi Allah, meskipun aku utusan Allah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Allah terhadapku””. Semenjak itu ia (Kharijah) tidak pernah lagi mempertunjukkan kesalehan seseorang”.
Subscribe to:
Posts (Atom)